Jealousy yang ‘Berisi’

posted on 22/04/2013

 “Jealousy is a disease, love is a healthy condition. The immature mind often mistakes one for the other, or assumes that the greater the love, the greater the jealousy -in fact, they are almost incompatible; one emotion hardly leaves room for the other.” (Robert A. Heinlein, Stranger in a Strange Land)

 

Sahabat GueTau, udah baca artikel soal jenis-jenis jealous http://guetau.com/cinta/kemampuan-komunikasi/jealous-yang-jelas.html belum? Kalo udah, yuk sekarang kita bahas gimana caranya mengatasi cemburu yang membakar hati ini. Terlepas apakah kamu tipe yang preventif, reaktif ataupun yang penuh kecemasan, kamu perlu tahu bahwa kecemburuan ini sendiri tidak akan begitu saja merusak hubungan yang ada selama kamu masih bisa mengendalikannya.

Pastinya kamu cape dong kalo jadi sering konflik dengan pasangan gara-gara cemburu? Merasa nggak tenang membiarkan ia pergi atau kesal pas ngeliat dia meng-add atau follow orang baru. Atau langsung mengumpat dalam hati setiap kali lihat ia lebih banyak bicara dengan orang lain saat ada kamu. Atau mungkin jadi minder sendiri dan merasa terintimidasi dan menganggap dirimu kurang baik, kurang cantik/tampan dan lain sebagainya hanya karena melihat pasanganmu itu bersama orang lain. Dari hasil penelitian nih, rasa cemburu bisa menimbulkan ketegangan yang berujung depresi lho. Jadi, orang pertama yang kamu rugikan di saat kamu cemburu, justru dirimu sendiri, bukan pasanganmu ataupun orang yang menjadi target cemburumu.

Jadi, gimana cara mengendalikannya nih sebelum kita jadi semakin dirugikan?
Tenang aja, ada kok caranya:
1. Coba deh kamu perhatikan apa yang membuat kamu sering cemburu. Kalo karena merasa tidak puas sama diri sendiri, kamu bisa mencoba untuk mencatat deretan pikiran-pikiran negatif yang ada poin per poin. Di sebelah dari tulisan mengenai pikiran negatifmu, kamu harus tulis hal positif tentang dirimu. Misalkan, “Saya memiliki berat badan berlebihan,” lalu di sampingnya, tuliskan hal positif, seperti, “Saya cerdas.” Lalu, jika kamu melihat ada orang yang memiliki kelebihan yang kamu inginkan, kamu bisa mencoba untuk membuat perencanaan diri agar bisa menjadi lebih baik. Tapi perlu kamu ingat bahwa kamu sedang berkembang di sana, bukan sekedar menutupi kecemburuan hanya agar dicintai orang lain. Fokuskan kepada aktualisasi dirimu, bukan perasaan untuk dicintai, dengan begitu perubahanmu akan membawakan lebih banyak arti untuk dirimu.

2. Kalo kamu tetep yakin bahwa cemburu adalah tanda cinta, yah, coba buktikanlah kalau cemburumu sebagai bagian dari cintamu. Cinta yang sehat tentunya, bukan sekedar cinta yang mengikat. Jadi, ketika rasa cemburu mulai menggerogoti hati, sadari bahwa itu semua terjadi karena kamu sangat sayangi pasanganmu. Daripada cape dengan pikiran-pikiran negatif apalagi sampai dilampiaskan dengan marah-marah dan perilaku yang merusak dirimu dan hubunganmu, kamu bisa coba katakan betapa sayangnya kamu kepada pasangan yang begitu spesial bagi kamu. Tapi jangan sampai berlebihan juga yah ucapan sayangnya, nanti jadi basi lagi, hehehe. Usahakan untuk mengatakannya dengan manis dan mintalah ia melakukan sesuatu yang bisa memberikan kenyamanan bagi anda, dipeluk, dikecup, atau bentuk perilaku lainnya.

Sebelum melakukan semua ini, tentunya juga sangat penting untuk bisa mengkomunikasikan kepada pasanganmu mengenai kecemburuan ini. Kamu bisa membuka diskusi dua pihak, saling mendengarkan dan berbagi serta juga menyepakati beberapa hal. Mengenai apa saja perilaku dia yang bisa membuatmu cemburu dan kamu sendiri juga harus bisa melatih dirimu untuk bisa menahan kecemburuanmu agar tidak berlebihan. Komunikasikan dengan baik-baik yah tentunya, di saat yang tepat juga.

___

Ditulis oleh Benny Prawira, Kontributor GueTau.com

related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − one =