Canduku Cintaku

posted on 30/04/2013

Candu cinta? Wuih, Sahabat GueTau sih pastinya pernah mendengar kecanduan narkoba, rokok, minum, kerja, dan seks. Efek dari semua jenis kecanduan jelas buruk. Tapi kalo namanya aja cinta, satu hal yang begitu berarti dan penting dalam hidup setiap manusia, berarti bagus dunk yah untuk kecanduan cinta? Atau justru memang semua orang (harus) memilikinya agar hatinya tidak tidak mati dingin membeku?

Mari kita lihat yuk, apakah kita sendiri termasuk orang yang kecanduan cinta ini.

1. Apakah kamu pernah berpikir jika saja seseorang mencintaimu seutuhnya dan menerimamu apa adanya serta memperlakukanmu dengan sangat spesial, maka kamu akan bisa bahagia sepanjang hidupmu?

2. Apakah kamu terobsesi dan berulangkali memikirkan bahwa arti cinta sejati itu seperti yang kebanyakan digambarkan di musik, film, dan fiksi?

3. Apakah kamu pernah mencoba berusaha mencintai orang yang sebenarnya tidak terlalu kamu sukai karena kamu membutuhkan cinta itu sekarang juga?

4. Apakah kamu pernah merasakan kebutuhan untuk make over, berubah habis-habisan dari segi penampilan maupun perilaku hanya untuk seseorang?

5. Apakah kamu pernah merasa bahwa pasanganmu perlu diubah habis-habisan baik dari segi penampilan maupun kepribadian agar sesuai dengan bayangan sosok idamanmu daripada mengakui bahwa dia bukanlah orang yang tepat untukmu dan mengakhiri hubunganmu?

6. Apakah kamu pernah bertahan cukup lama dalam hubungan yang tidak sehat, menyiksa dan buruk padahal kamu sendiri hendak keluar dari sana karena kamu takut merasa kesepian atau terbujuk oleh janji-janji surga pasanganmu?

7. Apakah kamu berulang kali putus nyambung dengan mantan yang jelas-jelas sudah tidak cocok denganmu karena kamu merasa tidak bisa kesepian?

8. Saat kamu berpacaran, apakah kamu pernah berpikir bahwa kamu telah memilih orang yang tepat atau justru membayangkan seorang kekasih dari masa lalu, berpikir kamu seharusnya bersama mantan kekasihmu saja untuk bisa bahagia?

9. Pernah menggunakan kata “soulmate” untuk menjelaskan bagaimana rasanya cinta?

10. Semenjak pertama kali berpacaran, apakah ada jeda waktu saat kamu tak memikirkan sama sekali perihal cinta ataupun berpacaran? Berapa lama?

11. Apakah kamu sanggup mengambil waktu yang diperlukan untuk menyembuhkan dirimu dari luka akibat hubungan yang ada secara total, sebelum akhirnya menemukan seorang teman yang berakhir ke hubungan baru?

12. Apakah kamu berharap bahwa pacarmu membuatmu merasa patut untuk dicintai setiap saat?

13. Apakah kamu memiliki pikiran obsesif, misalnya terus-menerus curiga akan kesetiaan pasangan dan terus- menerus takut ditinggalkan pasangan?

14. Apakah kamu selalu menuntut perhatian dari waktu ke waktu, tanpa ada toleransi dan pengertian?

15. Apakah kamu pernah mencoba untuk memaksa pacarmu mengikuti kehendakmu?

16. Apakah kamu seringkali bergantung pada pasangan dalam segala hal, apapun juga, mulai dari minta pendapat, mengambil keputusan sampai dengan memilih warna pakaian?

17.  Apakah kamu menghendaki waktu, perhatian, pengabdian, dan pelayanan total sang kekasih/pasangan?

18. Apakah kamu pernah menggunakan seks sebagai alat untuk mengendalikan pasangan?

19. Apakah kamu seringkali merasa sangat sulit untuk memutuskan pacarmu karena sangat sulit untuk menemukan orang yang bisa cocok denganmu?

20. Apakah semua pemikiranmu mengenai kebutuhan akan adanya pacar ini sempat mengganggu salah satu area penting lainnya dalam kehidupan seperti pendidikan, pekerjaan, atau hubungan dengan orang lainnya?

Jika Sahabat GueTau sudah jawab semua pertanyaan ini dengan jujur, tentunya kamu sudah bisa membayangkan seperti apa sajakah orang yang kecanduan cinta dan apakah dirimu termasuk pecandu cinta ini. Kecanduan akan cinta lebih sulit untuk disadari karena pada dasarnya, cinta itu sendiri memang kebutuhan alami manusia. Cinta adalah sesuatu yang kita inginkan, cari dan sulit untuk mengatakan bahwa kita tak membutuhkannya sama sekali. Kita sebagai hewan sosial juga merasakan kebutuhan untuk memiliki keterikatan agar bisa bertahan hidup dan menemukan kebahagiaan. Tidak ada yang salah ataupun merugikan tentang menginginkan cinta. Tapi ketika sudah mencapai tahap kecanduan akan cinta, itu berarti sudah mencapai dalam bentuk pemikiran yang sangat berlebihan dan terus menerus menginginkan dan mengejar rasa cinta. Dengan demikian, kita bisa menyimpulkan bahwa seorang pecandu cinta adalah seseorang yang terus mencari pemuasan akan kebutuhan cinta secara berlebihan.

Para pecandu cinta biasanya percaya bahwa mereka tak pernah bisa menemukan “sosok yang tepat”. Beberapa merasa perasaan yang awalnya mereka miliki ke pasangan berangsur-angsur menghilang sehingga melompat-lompat dari satu hubungan ke hubungan lainnya. Beberapa lagi tinggal di dalam hubungan, tersiksa akan ketakutan terhadap kesepian yang bermula dari kehausan akan cinta yang tak bisa terpenuhi. Begitu besarnya rasa haus akan cinta ini, sehingga beberapa yang mempertahankan hubungannya akhirnya diam-diam mencari cinta yang baru, “sosok yang tepat” di saat ia sudah memiliki orang lain sebagai pasangannya.

Akibat dari kecanduan cinta seperti ini bisa langsung dirasakan dengan tidak sehatnya hubungan yang terjalin. Beberapa orang yang kecanduan cinta akan menjadi sangat insecure, kesepian, pencemburu, dan terutama penuntut saat ia mewujudkan semua bentuk pikirannya yang semakin irasional dan mendominasi pikirannya. Ironisnya, pecandu cinta begitu menginginkan hubungan yang sehat dan cinta abadi, tapi perilaku mereka sendiri malah akan merusak setiap hubungan yang ada sehingga sulit bagi mereka untuk bisa bertahan lama dalam hubungan dengan kondisi yang sehat.

Kalau Sahabat GueTau merasa bahwa kamu seorang pecandu cinta, itu hal yang baik. Kesadaran akan sisi negatif diri kita adalah awal dari perubahan menuju sisi positif. Tenang saja, selalu ada cara jika memang kamu ingin memiliki hubungan yang lebih sehat dengan orang lain. Hubungan dimana Sahabat GueTau tidak perlu lagi memikirkan mengenai idealisme cinta yang tidak realistis dan/atau merasa tegang dan ketakutan akan hal-hal buruk. Akan ada seseorang yang mau mencintaimu dan bertahan di dalam hubungan bersamamu, setelah kamu mengenali penyebab kecanduan cintamu dan menghentikan pola kecanduan ini.

Sahabat GueTau ingin tau bagaimana caranya? Tetap baca GueTau.com yah. Karena di GueTau.com, kita jadi serba tau, bukan sok tau!

___

Ditulis Oleh: Benny Prawira, Kontributor GueTau.com

related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × four =